Fokus Fokus Fokus

Saya pernah punya pengalaman menarik 4 tahun lalu. Saat itu saya bekerja di sebuah retail-garment yang sedang lesu karena sales nya yang menurun sejak 3 tahun kebelakang. sejak tahun 2001 sales menurun rata2 30% dibanding tahun yang lalu, tahun 2002 pun terulang, di tahun 2003 setelah melakukan survei kecil2 an kepada sekitar 500 customer di toko, saya bikin program sales promotion yang cukup agresif sejak Januari 03 – Desember 03 hasilnya… syukurlah sales tahun 2003 tidak menurun sama sekali dan laporan R/L mencatat keuntungan meskipun minim sekali.

Saat itu saya hanya fokus ke konsumen dari 1 komunitas yaitu komunitas band / musik yang berdasarkan hasil survey kecil2 an yang saya lakukan ternyata memang 25% konsumen kita adalah anak band. Dampak anak band yang puas ternyata menjadi influencer kepada teman2 nya. Saya tidak dapat melupakan moment saat itu melihat grafik penjualan sejak juli 03 s/d des 03 yang terus naik seakan ingin meninggalkan masa-masa penjualan yang sulit.

Manfaat FOCUS di sini sangat terasa mengingat budget promosi yang minim sekali sehingga dalam taktik penyelenggaraan promosi harus ekstra hati-hati dan memperhatikan jangkauan (reach) yang efektif dan frekuensi yang cukup. Bahkan untuk setiap materi promosi sebelum saya publish, saya selalu melakukan survei kecil2an kepada sebagian konsumen loyal untuk melihat respon mereka pada materi iklan yang akan saya publish. Hasilnya setiap materi promosi yang saya buat selalu mendapat persetujuan dari konsumen loyal kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s